Standar Halal MUI Jadi Kiblat Halal Dunia

Setiap negara, terutama negara yang penduduknya mayoritas muslim, memiliki lembaga sertifikasi halal dengan standar halalnya masing-masing. Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) pun memiliki standar halalnya tersendiri. Menariknya, standar halal MUI sudah diakui di lebih dari 50 lembaga sertifikasi halal.

Semua negara punya kebijakan standar masing-masing. Secara standar di MUI, yang sudah melaksanakan tugas sejak 1989, Alhamdulillah boleh dikatakan seluruh dunia melihat berkiblat pada standar yang dilakukan MUI. Sertifikasi MUI sudah diakui lebih dari 50 lembaga sertifikasi dunia di 20 negara,” ungkap Wakil Direktur LPPOM MUI Osmena Gunawan.

Ia menambahkan, tak hanya standar halal MUI diakui internasional, LPPOM MUI juga memiliki sumber daya manusia (SDM) yang andal.

Kami punya SDM yang andal dalam audit halal. Ini beda dengan yang lain karena urusannya dunia akhirat dan harus dipertanggungjawabkan,” jelas Osmena.

Di sisi lain, LPPOM MUI juga menjadi rujukan dalam pelatihan auditor sertifikasi halal dari luar negeri. “Setiap tahun kami memberi pelatihan auditor untuk lembaga sertifikasi halal dari luar negeri. Semua auditor dilatih di Indonesia, jadi kita harus bangga,” tukasnya.

Ia melanjutkan, dalam melaksanakan tugasnya, auditor LPPOM MUI akan melakukan cek dan ricek standar kehalalan suatu produk.

Ketika auditor LPPOM MUI melaksanakan audit di lapangan di awal sudah dilakukan audit on desk apakah semua aspek memenuhi standar, dan itu kami lihat satu persatu,” papar Osmena.

Sumber: ekonomisyariah.org

No comments:

Powered by Blogger.