Cara Agar Bisa Mendahulukan Ibadah Daripada Pekerjaan

Terkadang seseorang terlalu menikmati pekerjaan sampai lupa dengan ibadah. Bukankah pekerjaan juga termasuk ibadah? Ya memang betul, bekerja juga merupakan suatu bentuk ibadah. Namun, bukan berarti seseorang melalaikan ibadah lainnya, apalagi ibadah yang wajib.


Bekerja hanyalah satu di antara begitu banyak ibadah lain. Semaksimal mungkin seseorang mendahulukan ibadah wajib lalu mengerjakan ibadah sunnah. Contohnya, ketika sedang bekerja kemudian adzan berkumandang maka segerakanlah untuk mengerjakan shalat, karena shalat merupakan ibadah wajib.

Jika memang terasa sulit untuk melakukan hal tersebut, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar pekerjaan kita juga bernilai pahala dengan mendahulukan ibadah, di antaranya:

Tentukan Prioritas Kita

Karena pekerjaan selalu menyita waktu kita, harus ada prioritas. Tempatkan ibadah adalah keutamaan. Sehingga takkan tertukar rezeki yang sudah Allah SWT tentukan.

Memilih Pekerjaan yang Memberi Ruang Ibadah

Jika belum berkecimpung di dalam suatu pekerjaan yang menetapkan komitmen kerja yang tertulis dalam perjanjian, sebaiknya tanyakan dahulu apakah diizinkan menjalankan ibadah pada tepat waktu. Jika tidak, Insya Allah akan ada pekerjaan yang lebih baik yang Allah SWT sediakan.

Konsisten Dengan Waktu

Waktu ibadah umat Islam sudah ditentukan melalui kumandang adzan. Maka jangan kompromi “tunggulah sedikit waktu, saya belum selesai.” Kompromi seperti inilah yang akhirnya membuat kita terus mengulur waktu.

Selalu Mengingat Kampung Akhirat

Dunia hanya tempat kita singgah, seperti minum di waktu senja. Begitu cepatnya guliran waktu yang terlewati. Sehingga seolah-olah kita akan mati beberapa saat lagi.

Hati Tertambat Hanya Pada Allah SWT

Semua yang kita miliki adalah titipan Ilahi. Semua yang kita jalani adalah karena mencari ridho Allah SWT. Maka tak ada yang mengalahkan dari perintah-Nya. Walaupun kadang kita memiliki hambatan yang sulit terelakkan.

Misalnya ketika bepergian dengan angkutan umum yang kita tak tahu kapan masuk waktu shalat. Atau di waktu bersamaan harus menyambut tamu yang akan datang. Tapi bukan berarti kejadian yang kadang tak bisa kita kendalikan itu, bisa selamanya menguasai hidup kita.

No comments:

Powered by Blogger.