Keutamaan Memuliakan Alim Ulama

Sebagaimana yang telah kita ketahui Ulama adalah pewaris para Nabi, para ‘Alim Ulama memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehari-hari terutama bagi umat muslim.

Mereka berperan sebagai khalifah/pemimpin umat dan memelihara syiar agama dalam kemuliaan risalah islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada umatnya untuk senantiasa berlaku baik dan memuliakan para ulama.

Bahkan satu di antara tiga hal yang dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu, apabila umat islam akan berperilaku tidak baik, menelantarkan dan tidak mempedulikan alim ulama.

Rasa khawatir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu tampaknya sudah mulai terjadi pada zaman ini. Tidak sedikit umat islam yang mulai mengabaikan, melecehkan, menghina dan bahkan menentang para ulama.

Padahal dalam hal memuliakan ulama terdapat banyak faedah/keutamaan menghormati ulama sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

1. Akan Diampuni Dosa-dosanya Karena Memandang Ulama

Barangsiapa memandang wajah orang ‘alim dengan pandangan yang menyenangkan maka Allah akan menciptakan malaikat dari pandangan tersebut yang akan memohonkan ampunan kepada orang tersebut di hari kiamat.

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa hanya memandang ulama dengan muka yang senang, bahagia, maka kita akan mendapat ampunan dosa dari hal tersebut, terlebih jika kita memuliakan dengan sikap perilaku dan lain sebagainya, pasti akan lebih besar pahala yang kita dapat.

2. Keutamaan Tidurnya Seorang Ulama

Nabi SAW bersabda: “Tidurnya orang ‘alim adalah lebih utama dari pada ibadahnya orang bodoh.”

Tidurnya seorang alim dianggap ibadah karena mereka senantiasa mengingat Allah, ketika hendak tidur orang yang alim pasti akan berdoa kepada Allah agar tidurnya menjadi berkah. Lain halnya dengan orang yang tidak berilmu.

3. Keutamaan Berkunjung Kepada Orang ‘Alim Akan Duduk Berdampingan Dengan Rosul di Surga

Barang siapa mengunjungi orang alim, maka seolah-olah ia mengunjungiku. Barang siapa berjabat tangan dengan orang alim, maka seolah-olah ia berjabat tangan denganku. Barang siapa duduk berdampingan dengan orang alim, maka seolah-olah ia duduk berdampingan dengan denganku di dunia. Barang siapa duduk berdampingan denganku di dunia, maka ia akan duduk berdampingan denganku di hari kiamat.”
(Syaikh Nawawi Al-Bantani)

Subhanallah, kita sebagai umat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pasti ingin bertemu dengan beliau bahkan duduk berdampingan dengan beliau. Maka, dengan memuliakan ulama dan mengunjunginya kita akan dapat duduk berdampingan dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di akherat kelak.

Semoga kita menjadi umat yang mendapatkan syafaat Rosulullah kelak di akherat. Wallahu a’lam bishowab.

No comments:

Powered by Blogger.