Adab Memuliakan Pemimpin Sesuai Anjuran Islam

Untuk mengurus suatu negara, pastilah seorang pemimpin mengorbankan banyak waktu, tenaga dan kemampuannya. Semua ini dilakukannya demi memelihara kesejahteraan Rakyatnya. Pemimpin yang baik dapat memberikan jalan kemudahan bagi mereka dan menjauhkan rakyatnya dari keburukan. Islam mengatur adab dalam memuliakan pemimpin.

Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang artinya setiap orang adalah pemelihara dan akan ditanyakan tentang peliharaannya, seorang pemimpin nantinya akan ditanya tentang peliharaannya (rakyat).

Maka sudah sepantasnya kita menghormati, mencintai dan memuliakan pemimpin kita.
Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shohihnya dari ‘Auf bin Malik Al-asyja’i berarti: pempimpin yang baik merupakan pemimpin yang saling mencintai dan saling mendoakan dengan rakyatnya.

Barangsiapa yang menghormati dan memuliakan pemimpinnya, maka Allah akan memuliakannya pada hari kiamat, dan barangsiapa yang tidak memuliakannya, maka pada hari kiamat akan Allah hinakan.

HUKUMAN BAGI ORANG YANG MENGHINAKAN PENGUASA

Muslim yang merendahkan penguasa mendapat hukuman yang berat, karena dalam islam merendahkan penguasa itu seakan-akan melepaskan tali kekang islam dari lehernya. Tali kekang ini maksudnya adalah aturan Allah atau hukum Islam.

Jadi, seorang muslim yang melepaskan tali kekang Islam berarti muslim tersebut telah berpaling dari hukum Allah.

No comments:

Powered by Blogger.