Kisah Abdullah bin Abbas, Sahabat Kecil Rasulullah

Kisah Abdullah bin Abbas yang merupakan sahabat kecil Rasulullah ini akan memberikan kita pelajaran bagaimana menjalani hidup yang sejalan dengan ajaran Allah dan betapa pentingnya ilmu yang luas.

Sebagai manusia, kita memiliki perbedaan dengan makhluk lain di bagian pikiran. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan anugerah yang telah diberikan Allah SWT.

Abdullah bin Abbas merupakan saudara sepupu dari Rasulullah dan putra paman beliau, yakni Abbas bin Abdul Muthalib. Ia merupakan salah satu sahabat kecil Rasulullah yang masuk agama Islam saat masih belia. Inilah Kisah sahabat Rasulullah SAW, Abdullah bin Abbas. Sejak kecil, ia sudah mendapat perhatian dari Rasulullah bersama sahabat kecil beliau yang lain. Sering kali Rasulullah menanamkan ajaran Islam pada semua sahabat kecilnya ini. Suatu saat, Rasulullah sedang berjalan-jalannya.

Saat itu, Rasulullah mengatakan kepada Abbas agar ia mau menjaga Allah SWT dengan mengamalkan ajaran-Nya maka Allah juga akan menjaganya. Jika ia menjauhi larangan-Nya maka Allah juga akan semakin dekat dengannya. Apabila ia mengenali Allah dalam rasa suka maka Allah akan mengelalinya di saat duka. Jika ia memerlukan pertolongan maka mohonlah kepada Allah. Percayalah bahwa segalanya telah ditakdirkan oleh Allah. Apabila seluruh dunia bersepakat untuk membantunya tapi jika Allah tidak menakdirkan maka hal itu tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika semua orang berkonspirasi untuk mengahalanginya, tapi jika Allah tidak menakdirkannya maka hal itu juga tidak akan terjadi.

Rasulullah juga menganjurkan padanya melakukan aktivitas dengan keikhlasan dan keyakinan. Kesabaran akan membawa hasil positif, kemenangan akan dicapai dengan sabar, dan kesuksesan dilalui melewati kesengsaraan, serta kemudahan itu akan tiba setelah kesulitan. Didikkan Rasulullah ini menjadikan Abbas sebagai sahabat kecil yang haus akan ilmu dan teguh pada keimanannya. Suatu saat, ia melihat bagaimana cara Rasulullah shalat dan ia pun menginap di rumah bibinya yang merupakan salah satu istri Rasul, yakni Maimunah binti Harits. Inilah Abdullah bin Abbas, muda usianya luas ilmunya.

Ketika Rasulullah akan melaksanakan shalat malam, Abdullah langsung sigap menyiapkan air untuk berwudhu Rasul. Dari situlah ia melihat bagaimana cara Rasul berwudhu. Beliau menjadi imam dan Maimunah menjadi makmumnya bersama Abdullah. Saat ia berdiri di belakang Rasul, seringkali beliau menariknya hingga sejajar dengan beliau. Tapi tak lama kemudian, ia kembali mundur karena merasa tidak pantas bisa sejajar dengan Rasulullah. Selain itu, ia juga sering mendengarkan majelis-majelis Rasulullah. Ia selalu mendengar dan mengahafal setiap ajaran yang diberikan oleh Rasulullah.

Saat Rasulullah wafat, Abdulllah telah berumur tiga belas tahun. Ia merasa sangat kehilangan sosok yang menjadi sumber ilmunya itu. Namun, ia tak berlarut-larut dan segera bangkit. Mulai dari situlah ia gigih menimba ilmu. Ia berniat untuk terus menambah ilmu melalui para sahabat Rasul yang senior. Bahkan, ia mengajak teman-temannya yang lain, meskipun tak ada tanggapannya. Akhirnya ia hanya menimba ilmu sendirian kepada sahabat Rasul untuk bertanya mengenai ajaran Islam dan hadits.

Kesungguhan teman sejak kecil Rasulullah ini dalam menimba ilmu dapat kita lihat dari berbagai usahanya. Jika ia mengetahui ada salah seorang yang mendalami suatu hadits, maka ia langsung menemuinya untuk bertanya mengenai hal tersebut. Tidak hanya hafal isi hadits, tapi ia juga meneliti sumber-sumber hadits tersebut. Bahkan, ia pernah bertanya kepada 30 sahabar Rasul untuk bertanya suatu masalah. Demikianlah kisah Abdullah bin Abbas sahabat kecil Rasulullah.


1 comment:

Powered by Blogger.