Sodaqoh, Cara Mudah Menuju Ampunan

Sebagai manusia biasa, pastinya kita pernah melakukan kesalahan dan perbuatan dosa. Sekecil apapun dosa yang kita lakukan harus kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Oleh karena itu, kita harus selalu memohon ampun atas segala dosa-dosa yang kita lakukan.


Sahabat Nafi mengatakan bahwa suatu hari Abdullah sedang sakit dan saat itu beliau ingin makan ikan segar. Ia menyusuri kota Madinah untuk mencarinya tapi tak ada satu pun yang menjual ikan. Barulah setelah beberapa hari kemudian, ia menemukan penjual ikan segar dan ia langsung membeli ikan itu dengan harga satu setengah dirham.

Ikan itu kemudian dibakar dan dihidangkan padanya bersama sepotong roti. Namun, tiba-tiba datang seorang peminta yang ada di depan pintu. Abdullah bin Umar mengatakan padanya untuk membungkuskan ikan bakar dan roti agar diberikan pada peminta itu.

Dia mendoakan agar Allah memberikan kesembuhan pada Abdullah karena sudah lama ia ingin makan ikan bakar dengan harga satu setengah dirham. Ia memberikan saran pada Abdullah untuk memberikan uang saja bukan makanan itu. Macam macam sedekah akan tetap memberikan pahala bagi pemberinya.

Namun, Abdullah tetap ingin memberikan ikan bakar dan roti itu pada pengemis. Sahabatnya mendekati peminta itu dan menawarkan uang sebagai pengganti ikan bakar itu. Peminta itu pun menyetujuinya. Akhirnya peminta itu diberi uang satu dirham oleh sahabat Abdullah. Tapi, Abdullah tetap meminta sahabatnya agar membungkuskan roti dan ikan bakar untuk diberikan pada peminta itu. Sahabatnya mengatakan bahwa ia tidak perlu memberikan ikan bakarnya karena si peminta itu telah diberikan uang satu dirham oleh sahabatnya.

Abdullah pun tidak mengubah pendiriannya, ia tetap meminta sahabatnya untuk membungkus roti dan ikan bakar pada si pengemis tanpa mengambil kembali uang yang telah diberikan. Abdullah menjelaskan alasan mengapa ia melakukan sodaqoh ikhlas ini dengan sabda Rasulullah. Rasulullah pernah bersabda bahwa barangsiapa yang menginginkan sesuatu lalu ia mengurungkan niat itu dan ia lebih mengutamakan orang lain maka Allah akan memberikan ampunan.

Lantas apa yang bisa kita ambil dari kisah tersebut?

Sebenarnya, kita sering menjumpai peristiwa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Secara singkat kisah ini menceritakan bahwa ketika kita menginginkan sesuatu tapi kemudian datang seseorang yang lebih membutuhkannya maka hendaklah kita memberikan sesuatu itu pada orang yang lebih membutuhkan.

Apakah kita dapat melakukan amalan ini? Ketahuilah bahwa amalan ini memiliki imbalan yang sangat besar, yakni setara dengan jihad, jihad melawan nafsu. Bahkan, dapat dikatakan jika ini adalah jihad yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, mulailah belajar mengorbankan hal-hal kecil. Dari sesuatu yang kecil ini maka kita akan bisa mengorbankan hal besar untuk mencapai ampunan Allah Ta’ala.

Berdasarkan kisah sedekah yang paling baik di atas, kita tahu bahwa masih banyak orang yang lebih membutuhkan dibanding diri kita. Meskipun kita sudah mengorbankan banyak hal untuk mendapatkan sesuatu tapi ketika ada orang lain yang lebih membutuhkannya, maka belajarlah untuk saling berbagi. Apa yang kita lakukan dan apa yang telah kita korbankan tidak akan sia-sia begitu saja. Allah akan memberikan imbalan yang lebih besar yakni pengampunan dosa-dosa kita. Hal inilah yang lebih penting karena kehidupan dunia hanyalah sementara sedangkan kita akan hidup selamanya di akhirat.
Powered by Blogger.