Kisah Nabi Ilyas Ketika Akan Dijemput Malaikat Maut

Setiap orang pada akhirnya akan menemui ajalnya. Tapi kapan, dimana, dan bagaimana kita meninggal tidak ada satu pun yang mengetahuinya. Kematian adalah rahasia Allah dan hanya Dia lah yang mengetahuinya. Berbagai kisah Nabi akan memberikan banyak pelajaran hidup bagi manusia. Tak sembarang orang dipilih oleh Allah untuk dijadikan sebagai Nabi untuk memimpin atau menyebarkan ajaran Allah kepada umatnya.


Setiap Nabi memiliki kisahnya masing-masing yang luar biasa. Mereka menghadapi kehidupan dengan penuh kesabaran, keikhlasan, keimanan, dan ketaqwaan kepada Allah. Apa pun keadaan yang mereka alami mereka tidak pernah berpaling dari Allah. Bahkan segala yang mereka lakukan semata-mata karena mengharap ridho Allah.

Meskipun mereka semua adalah manusia pilihan Allah tapi mereka tidak luput dari kematian. Wafatnya para Nabi adalah kesedihan yang mendalam bagi umat manusia. Salah satunya adalah Nabi Ilyas. Tidak seperti orang lain yang tidak bisa menunda kematiannya. Nabi Ilyas diberikan kesempatan oleh Allah untuk tetap hidup karena keinginan dan maksudnya yang sungguh mulia. Kisah ini akan memberikan kita pelajaran tentang keutamaan berdzikir kepada Allah.

Pada suatu hari, Nabi Ilyas sedang beristirahat dan tiba-tiba datanglah malaikat maut yang ingin mencabut nyawanya atas perintah Allah. Mengetahui hal tersebut, Nabi pun merasa sedih dan ia menangis. Kemudian, malaikat itu bertanya mengapa Nabi menangis. Nabi Ilyas pun tidak tahu mengapa ia menangis. Malaikat itu kembali bertanya apakah beliau bersedih karena akan meninggalkan dunia atau takut menghadapi kematian. Nabi Ilyas menjawab bahwa bukan karena hal itu beliau bersedih hati. Beliau sedih karena setelah meninggal, maka beliau tidak lagi bisa berdzikir pada Allah sedangkan mereka yang masih hidup masih bisa berdzikir pada-Nya. Inilah perjalanan hidup Nabi Ilyas yang penuh dengan dzikir kepada Allah.

Oleh karena itulah, kemudian Allah menurunkan wahyu pada malaikat maut untuk menunda pencabutan nyawa Nabi Ilyas agar beliau masih bisa berdzikir sesuai apa yang diminta. Sungguh mulianya Nabi Ilyas, beliau ingin terus hidup hanya karena ingin selalu bisa berdzikir pada Allah. Kemudian Nabi Ilyas selalu berdzikir di sepanjang hidupnya. Allah berfirman bahwa biarkanlah Nabi Ilyas hidup di dunia untuk mengadu, berbisik, dan berdzikir kepada Allah hingga akhir nanti.

Berdasarkan kisah singkat Nabi Ilyas di atas, kita tahu bahwa sesunguhnya tidak ada satu orang pun yang luput dari kematian. Kapan pun Allah telah menakdirkannya untuk dicabut nyawanya oleh malaikat maut, maka ia tidak dapat berbuat apa-apa. Tapi hal ini tidak berlaku bagi Nabi Ilyas, beliau diberikan anugerah yang luar biasa yakni kesempatan untuk tetap hidup meskipun seharusnya beliau sudah dicabut nyawanya oleh malaikat maut.

Maksud yang mulia inilah yang kemudian membuatnya bisa meneruskan hidupnya dengan penuh keimanan. Beliau menghabiskan sisa umurnya hanya untuk berdzikir pada Allah. Bukan karena kematian yang membuatnya sedih, tapi tidak dapat berdzikir lagi kepada Allah. Hal ini menunjukkan kecintaan Nabi Ilyas yang begitu besar pada Allah sang Pencipta Alam. Sebagai seorang muslim, kita seharusnya bisa mencontoh perbuatan baik Nabi Ilyas ini. Demikian kisah Nabi Ilyas AS ketika akan dijemput oleh malaikat maut.
Powered by Blogger.