Kisah Kaum yang Digergaji Hingga Terbelah Dua

Banyak sekali kisah Islam yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, salah satu kisah inspiratif Islam adalah kisah kaum yang digergaji hingga terbelah dua karena membela agama Allah SWT. Dakwah merupakan hal mulia bagi seorang muslim untuk menyiarkan agama Allah SWT dan Allah SWT telah menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang berdakwah dengan sepenuh hati hanya untuk mendapat ridha dari-Nya.


Rasulullah tidak pernah putus asa dalam menyiarkan agama kebenaran yaitu Islam sebagai petunjuk dan pedoman hidup setiap manusia di dunia. Para sahabat Nabi pun juga melakukan hal serupa yaitu berdakwah dijalan Allah SWT untuk mendapatkan ridha dan surga yang telah dijanjikan oleh-Nya.

Para sahabat Nabi bertanya kepada Rasulullah mengapa beliau tidak mendoakan mereka saat berdakwah, padahal saat menyiarkan agama Islam banyak sekali rintangan yang harus mereka hadapi mulai dari cacian, hinaan, hingga pukulan bahkan nyawa pun dapat melayang. Pertanyaan ini bukan karena rasa iri atau rasa penat karena beratnya menjalankan dakwah untuk menyiarkan agama Allah SWT, tetapi mereka berpegang teguh pada Allah SWT dan Rasulnya.

Rasulullah menjelaskan bahwa sebelumnya ada kaum yang telah menerima begitu banyak siksaan untuk menjalankan dakwah dan mereka tetap berpegang teguh pada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Diantara kaum itu ada yang digergaji pada tengah-tengah kepalanya hingga terbelah menjadi dua sampai kedua kakinya, meskipun kaum ini digergaji hingga terbelah dua tetapi hal itu tidak menyurutkan keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan mereka tidak sekalipun memalingkan diri dari ajaran Allah SWT.

Tidak hanya itu saja, diantara kaum itu ada yang disisir tubuhnya menggunakan sisir dari besi yang tajam sehingga daging dan tulang tubuhnya terpisah. Meskipun para syuhada ini telah mengalami berbagai siksaan yang amat kejam tetapi mereka tetap berpegang teguh pada keyakinannya dan agama Allah SWT. Sungguh besar keyakinan mereka untuk memperjuangkan agama Allah SWT dan hanya ridho Allah SWT yang mereka inginkan.

Mendengar kisah kaum yang digergaji dua ini, para sahabat pun diam dan tunduk kepada Rasulullah karena rintangan yang dilalui oleh para sahabat belum seberapa jika dibandingkan dengan para syuhada yang telah melalui berbagai penyiksaan untuk menegakkan agama Allah SWT.

Rasulullah menjelaskan kepada para sahabat bahwa menegakkan agama Allah SWT merupakan hal yang banyak memiliki rintangan seperti kaum ini digergaji sampai terbelah dua sehingga dibutuhkan kesabaran yag luar biasa. Rintangan tidak hanya datang dari musuh saja tetapi juga dari kefakiran serta berbagai penyakit yang dapat menghampiri. Dukungan keluarga juga sangat dibutuhkan dalam berdakwah karena seorang muslim yang menjalankan dakwah rela untuk mengorbankan harta bendanya hingga jiwanya.

Nabi Muhammad SAW berpesan kepada para sahabat untuk tidak menjadi kaum yang tergesa-gesa dalam menjalankan dakwah karena dakwah ini membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Setiap syuhada yang berdakwah untuk menyebarkan agama Allah hanya berpegang teguh pada keimanannya dan mereka yakin akan surga yang telah Allah SWT siapkan bagi hamba-Nya yang berdakwah dengan keikhlasan dan rela mengorbankan apa saja yang mereka miliki selama di dunia. Hanya satu hal yang dikhawatirkan oleh para syuhada ini yaitu jika amal ibadah yang telah dilakukannya tidak diterima oleh Allah SWT.

Demikian informasi seputar kisah kaum yang digergaji hingga terbelah dua karena membela agama Allah SWT yang dapat menjadi pelajaran bagi setiap muslim.
Powered by Blogger.